Jumat, 22 Maret 2013

kisah cinta segi tiga


Cerita Cinta Segi Tiga. Halo kawan semua. Kali ini Si mahmud jani ginting akan berbagi catatan cerita cinta remaja yang dilakoni lebih dari dua orang. Dengan kata lain, cerita ini adalah sebuah kisah cinta segitiga.
Dalam kisah cinta segitiga ini diceritakan bahwa seorang cewek yang begitu mencintai kekasihnya, namun ternyata si cowok justru malah mempunyai cewek lain. Pokoknya ceritanya seru banget dan sangat menyentuh hati, mengharukan sekali.
Silakan langsung saja dibaca cerita lengkapnya Kisah Cinta Segitu Mengharukan berikut ini.
Malam ini aku sebenarnya masih ingin bersama Kak Renosa terus. Tapi, ternyata mama menjemputku. Padahal tadinya Kak Renosa berniat mengajak aku pegi nonton konser setelah pulang dari pentas Pramuka. Terpaksa gagal acara nonton konser bersama Kak Renosa.
Tapi kenapa aku jadi kesal ya gara-gara acaraku dan Kak Renosa gagal? Nggak mungkin kan aku ada rasa sama Pembina Pramukaku itu. Apa mungkin karena tadi siang aku habis putus sama Putra, jadi aku ngrasa kesepian. Sehingga acara pergi bersama Kak Renosa aku anggap sebagai obat sakit hati. Ah biarlah. Besok perasaan ini pasti juga sudah hilang.
Oh Tuhan!
Pagi ini Kak Renosa mengirimi aku sms untuk membangunkanku dari mimpi. Kenapa aku merasa keGRan begini? Apa mungkin gara-gara kejadian semalam, telah menumbuhkan benih-benih cinta? Jangan sampai terjadi deh! Gak umum banget kalau sampai terjadi.
Sejak sore, Kak Renosa sudah ngajak aku smsan. Biasa, isinya cuma sekedar basa-basi. Aku pun juga tidak terlalu peduli. Karena aku masih sedikit memikirkan Putra. Hingga akhirnya aku benar-benar terkejut dan peduli dengan sms Kak Renosa yang satu ini.
From:
K.Re : Y km gmn, mau ga. Eh seandai y km jd pacar q gt gmn y. Menurut km bs pa ga. Eh ni seandaine lo. Km mau pa ga ?
Satu sms ini sudah bikin aku langsung mau pingsan. Belum lagi sms yang selanjutnya. Lalu di akhir sms, Kak Renosa benar-benar nembak aku. OMG !!! Aku langsung cerita aja ke Laurent, sahabatku. Dan Laurent pun sama gak percayanya kayak aku. Dia bahkan berkata,”Rhasya, Kak Re itu masih termasuk guru kita!!! Umurnya pun pasti di atas 25 tahun. Sedangkan kamu sendiri masih kelas 3 SMP. Emangnya kamu mau? Dan ingat, Kak Re masih punya pacar.”
Aku pun memutuskan untuk menjawab perasaan Kak Re besok. Tidurku nggak bisa nyenyak, bahkan Kak Re sampai kebawa di mimpi. Aku terbayang-bayang wajah Kak Re terus.
Hari ini aku ada pembinaan Pramuka tambahan selama 2jam. Otomatis aku bakal ketemu Kak Re. Aku benar-benar belum siap untuk ketemu Kak Re. Karena aku juga belum nyiapin jawaban perasaanku. Pada waktu ketemu di depan R. Kepala Sekolah, Kak Re bertanya dengan keras,”Gimana jadinya?”. Aku cuma bisa tersenyum. Di akhir pembinaan pun Kak Re juga menanyakan hal itu lagi sambil menarik-narik tasku. Aku jadi semakin bingung. Aku belum siap jawabannya. Tapi di sisi lain, sepertinya Kak Re serius nembak aku. Cuma status kita itu Pembina dan murid. Jadi aku mesti mikir dua kali untuk menjawab pertanyaan itu. Belum lagi Kak Re yang masih punya pacar. Aku benar-benar nggak konsen seharian ini.
Pulang sekolah, Kak Re melanjutkan sms yang kemarin. Aduh, mau aku balas tapi ragu-ragu, nggak dibalas malah kasihan Kak Re. Akhirnya aku balas tapi dengan jawaban yang sama. Yaitu “Bingung”. Mau nggak mau aku harus jawab besok pagi. Aku sudah janji sama Kak Re. Dan janji harus ditepati. Dan malam ini aku kembali nggak bisa tidur lagi.


Esok ini, aku sudah menunggu Kak Re di depan ruangannya. Tapi tiap aku mau ngomong, aku selalu bimbang. Akhirnya kutunda hingga pulang sekolah. Padahal, selama pulang sekolah aku sama Kak Re terus di sanggar Pramuka. Entah kenapa aku masih bimbang juga. Aku pun pulang dengan perasaan yang masih terbebani.
Akhirnya kuputuskan buat jawab lewat sms. Aku tunggu beberapa jam, smsku belum dibalas-balas juga. Akupun berpikir, mungkin Kak Re sudah lelah menanti jawaban dariku. Tapi sore harinya, smsku dibalas juga. Lalu dengan segera, aku langsung jawab pertanyaan Kak Re.
To:
K.Re : Qw jwb “IYA”…
Cuma 3 kata itu yang aku kirimkan. Dan kita pun jadian juga. Awalnya, aku ngrasa nggak yakin dengan kisah cinta ini. Baru 2hari jadian, aku sempat berpikir buat mutusin dia karena faktor status. Tapi Laurent melarangku. Dia bilang itu sama saja aku mempermainkan Kak Re. Akhirnya aku coba jalani semua ini. Dan ternyata berhasil. Perlahan-lahan aku mulai terbiasa dengan cara pacaran kita yang “Backstreet”. Walaupun begitu, ada satu yang masih tertinggal di hatiku. Pacar Kak Re. Aku nggak mau dituduh yang enggak-enggak. Aku sudah berusaha bilang pada Kak Re kalau aku nggak mau diduakan. Tetapi Kak Re hanya bisa berkata,”Sabar.”
Tak terasa hubungan kita sudah 2 minggu. Dan di minggu kedua inilah mulai timbul masalah. Sewaktu aku telepon Kak Re, dia cerita kalau pacarnya tahu hubunganku dengan Kak Re. Aku pun takut setengah mati. Apalagi pacarnya lebih tua daripada aku. Bisa-bisa aku dilabrak. Sebenarnya ini juga salahku sendiri kenapa mau menerima Kak Re. Di telepon itulah aku langsung mutusin Kak Re. Paginya, Kak Re bersikap seolah tidak pernah putus. Aku sempat menghindar. Karena aku sendiri nggak rela mutusin Kak Re. Pulang sekolah, Kak Re ngajak aku ngobrol. Terus aku coba tegasin hubungan kita sekarang. Tapi Kak Re meminta untuk tetap lanjut. Jujur, aku juga masih ingin bersama Kak Re. Aku pun menerima Kak Re kembali.
Setelah kejadian itu, kupikir sudah tidak ada lagi kejadian lain yang terjadi di antara kita. Tapi ternyata dugaanku meleset. Seminggu kemudian saat aku baru saja bangun dari tidur siang, tiba-tiba aku mendapat sms dari nomer tak dikenal. Setelah kubaca isinya, aku langsung sadar kalau itu adalah sms dari pacar asli Kak Re. Aku benar-benar takut kali ini. Tanpa pikir panjang, aku segera mutusin Kak Re lagi lewat sms.
Ini benar-benar keputusan terakhirku. Sejak saat ini dan selamanya, aku nggak mau dekat lagi sama Kak Re. Walaupun sebagai muridnya. Aku sudah terlanjur sayang dan cinta banget sama Kak Re, tapi sekarang aku juga sudah terlanjur sakit hati. Aku benar-benar nggak mau lihat muka Kak Re lagi di sekolah.
Hari ini, aku sengaja menghindar dari Kak Re. Tiap aku tahu Kak Re mau lewat jalan yang sama kayak aku, aku selalu sembunyi di kelas terdekat. Sampai istirahat pertama, aku berhasil menghindar dari Kak Re. Aku cuma ngelihat mukanya dari jauh. Aku nggak pingin Kak Re tahu kalau aku masih merhatiin dia.
Ketika aku duduk rame-rame dengan teman-teman se-genk di kantin, Bu Yuni menyuruhku untuk fotocopy daftar nilai di kantor. Ugh, sia-sia usahaku menghindar dari Kak Re hari ini. Karena di sekolah, Kak Re lah yang biasa melayani untuk fotocopy. Berarti aku mau nggak mau harus ketemu Kak Re juga. Pas sudah sampai di kantor, aku Cuma bilang fotocopy, sedetikpun tidak memandang wajahnya. Lalu katanya, “Tinggal aja dulu. Masih antri soalnya.”. Tanpa basa-basi aku langsung meninggalkan kantor. Benarnya nggak sopan juga. Tapi kali ini aku nggak peduli sama etika kesopanan kalau berhadapan sama Kak Re. Soalnya aku benar-benar sakit hati. Setengah jam kemudian, aku mengambil fotocopyan itu. Aku juga nggak bilang makasih sedikitpun. Dan saat aku membaca mading, Kak Re kebetulan lewat dan memegang pundakku seraya bertanya,”Nggak pulang tah?”. Tapi aku sama sekali menggubrisnya. Benar-benar bukan sikap murid pada umumnya. Yah…Cinta ini juga tidak semestinya. Hari pertama setelah aku putus dengan Kak Re begitu berat bagiku. Malamnya aku langsung sms supaya besok bisa ngomong sebentar cuma buat ngejelasin masalah ini.
Berhari-hari aku sudah berusaha nyempetin waktuku buat ngomong sama Kak Re. Karena ku ngrasa ada yang masih tertinggal di hatiku kalau aku nggak ngomong langsung sama Kak Re. Tetapi berhari-hari juga Kak Re sibuk. Jadi gak ada waktu buat ngomong sama aku.
Ya beginilah akhir kisahku dengan Kak Re. Yang hanya menyisakan puing-puing hati yang sudah hancur. Tak terasa seminggu lebih kulalui tanpa Kak Re. Entah kenapa bayangan Kak Re masih menghantui hari-hariku. Mimpiku selalu dipenuhi kehadiran Kak Re. Semuanya tentang Kak Re belum bisa hilang dari hatiku. Aku sudah berusaha mencobanya. Rupanya sia-sia. Aku benar-benar masih sayang Kak Re.
Suatu malam, Kak Re meneleponku. Dia berkata kalau dia juga masih sayang aku. Tetapi dia bingung harus gimana. Dia bilang biar waktu saja yang menjawab. Katanya, walaupun aku dulu cuma kekasih gelapnya, tapi cinta dia sempat dalem ke aku. Kata-kata Kak Re malam itu semakin membuat aku nggak bisa lupain dia.
Untuk waktu ke depan, aku nggak mau pacaran dulu. Aku ingin menyimpan rasa sayangku ke Kak Re untuk sementara waktu sampai aku benar-benar melupakannya. Biarlah semua yang indah menjadi kenangan yang terus tersimpan dalam lubuk hatiku. Biarlah yang pahit kubuang bersama rasa sakit hatiku ini. Cukup satu kali aku merasakan pacaran dengan guru. Akan aku jadikan pengalaman yang tak akan pernah terulang.
Buat semua yang baca kisah ini, jangan pernah ditiru. Karena di akhirnya kalian bakal ngrasain susah sendiri. Mencintai seseorang yang tidak selayaknya dicintai. Memendam cinta yang tak semestinya. Berat sekali untuk diri kita.
Sumber: Cerita Sore
Cara Cepat Hamil

'Fatwa' dua tok guru




Petikan (1)http://thesaltasin.files.wordpress.com/2011/07/vulture_closes_in.gif
''Apabila seseorang itu memelihara barang yang di antara dua pipinya iaitu lidahnya dan barang yang di antara dua pehanya iaitu kemaluannya daripada melakukan perkara yang diharamkan oleh Allah nescaya dia masuk syurga. Kedua-dua anggota ini sering kali menjadi sasaran hasutan syaitan sering kali manusia tergelincir dan melakukan perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah."
Petikan (2)
''….Tetapi sekiranya Pas, menyatakan bahawa al-Quran menjadi dasarnya sedangkan pada amalannya ia berlainan daripada al-Quran maka tidak (ada) sebab untuk Pas kekal. Pas hanya boleh kekal dengan berkat dan tuah al-Quran, tetapi ia tidak akan kekal kalau hanya pada nama sahaja ia didasarkan kepada al-Quran tetapi ia tidak diamalkan oleh ahli-ahlPas."


 http://thesaltasin.files.wordpress.com/2011/07/3d_bird.gif

Dua petikan ini terkandung dalam buku Mutiara Tok Guru: Membangun Ummah. Buku ini adalah kompilasi cetusan pemikiran dua pemimpin utama Pas iaitu, Presidennya, Datuk Seri Abdul Hadi Awang dan Mursyidul Am Pas, Datuk Nik Abdul Aziz Nik Mat melalui kuliah dan khutbah mereka.
Petikan yang pertama terkandung dalam Bab 27 muka surat 95 bertajuk, 'Memelihara lidah dan kemaluan' yang disampaikan oleh Abdul Hadi manakala petikan kedua pula di bawah tajuk 'Masa depan Gemilang Bersama Islam' yang disampaikan oleh Nik Abdul Aziz.
Sememangnya dua pemimpin ini dianggap ulama utama dalam Pas. Malahan dalam buku itu, penerbit dalam kata pengantar menyatakan, buku itu dinamakan, 'Membangun Ummah' kerana kerangka pemikiran yang dibawa oleh dua tok guru ini mewarisi gagasan Hassan al-Banna yang mahu mengembalikan semula kegemilangan ummah menerusi pembinaan individu, keluarga, masyarakat dan negara berasaskan akhlak Islam mengikut acuan al-Quran dan sunnah.
Namun kajilah apakah tindak-tanduk yang dilakukan oleh kedua-dua pemimpin ini dalam arena politik negara khususnya sejak Pas menjalin kerjasama dengan Parti Keadilan Rakyat (PKR) dan DAP bersesuaian dengan apa yang mereka katakan seperti mana dipetik dalam buku yang diterbitkan pada Ogos 2008 itu.
Penulis memilih dua petikan tersebut iaitu berkaitan bahayanya lidah dan perjalanan sebenar politik yang seharusnya dilalui Pas. Kedua-duanya bukan sahaja berkaitan rapat dengan tindak-tanduk kedua-dua pemimpin itu tetapi juga Pas itu sendiri.


Ketika ini, dua isu besar melibatkan Abdul Hadi dan Nik Abdul Aziz, kedua-duanya ada kaitan dengan apa yang pernah mereka lafazkan. Abdul Hadi masih terbelenggu dengan isu Amanat Haji Hadi yang dilafazkan oleh beliau pada tahun 1981 dan isu kalimah Allah yang menyaksikan 'kegelojohan' beliau menandatangani persetujuan bersama pemimpin PKR dan DAP bagi membenarkan bukan Islam menggunakan kalimah suci itu meletakkan Pas dalam dilema.
Nik Abdul Aziz pula semakin digugat kerana menyamakan bantuan wang diberikan Kerajaan Pusat kepada rakyat sebagai 'memberikan hampas kelapa dan padi serta jerami kepada ayam dan lembu.'
Walaupun berhadapan dengan pelbagai kritikan namun Menteri Besar Kelantan itu tetap mempertahankan kenyataannya sekali gus menjadikan usaha pihak tertentu dalam Pas yang cuba menghasilkan rakaman video bagi menunjukkan kononnya Utusan Malaysia tersalah petik ucapan beliau hanya sia-sia.
Abdul Hadi pernah bercakap dan menyeru umat Islam menjaga lidah, Nik Abdul Aziz pernah menegaskan bahawa perjuangan Pas berlandaskan kepada amalan yang termaktub dalam al-Quran tetapi perhatikan kontroversi yang mereka cetuskan.
Apakah semua itu tidak menunjukkan kegagalan mereka untuk menjaga lidah? Tidakkah tindakan mereka dilihat bertentangan dengan apa yang terkandung dalam al-Quran?
Kalau benar Abdul Hadi mahu umat Islam menjaga lidah, bagaimana dengan kenyataan Nik Abdul Aziz yang kalau mahu dicatatkan kata-kata beliau penuh kecaman dan pandangan buruk kepada musuh-musuh politik Pas terutamanya UMNO.
Bagaimana pula dengan 'Amanat Hadi' yang dilafazkan oleh lidah Abdul Hadi sehingga memecah-belahkan umat Islam tetapi sampai sekarang tidak ditarik balik? Kalau benar perjuangan Pas mengikut apa yang terkandung di dalam al-Quran sudah pasti, parti itu menjadi pejuang Islam paling tegar termasuklah berani membuat kenyataan rasmi berhubung pendirian Pas dalam isu kalimah Allah.
Selain itu juga kalau betul Pas berjuang dalam arena politik berlandas al-Quran tentulah mereka tidak akan sewenang-wenangnya bekerjasama dengan DAP yang suatu dahulu Pas juga 'memfatwakan' haram apabila UMNO menjalinkan kerjasama dengan MCA dan MIC.
Apabila perkara itu dipersoalkan, pemimpin-pemimpin Pas berhujah bahawa kerjasama parti itu berbeza dengan kerjasama antara UMNO dan MCA tetapi apa yang kita saksikan ialah cita-cita perjuangan Pas sudah berkubur kerana ia mendapat penentangan DAP.
Tetapi Pas masih dalam pakatan pembangkang dan Abdul Hadi berhujah kalau kerjasama itu merugikan Islam, Pas akan meninggalkan pakatan tetapi semua orang tahu apa terjadi perjuangan Pas yang diuar-uarkan oleh Nik Abdul Aziz harus berlandaskan kepada al-Quran.
Kalau benar Pas mengikut perjuangan berlandaskan al-Quran kenapakah kerja-kerja baik yang dilakukan oleh kerajaan BN termasuklah usaha UMNO meningkatkan martabat umat Islam dan mengembangkan syiar Islam sering sahaja diperlekehkan oleh Pas.
Siapakah yang mengeluarkan kenyataan bahawa Islam yang dibawa oleh UMNO adalah Islam plastik? Siapakah yang memperlekehkan lawatan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak ke Gaza?
Siapakah yang mencerca bantuan-bantuan yang diberikan oleh kerajaan kepada rakyat?
Semua itu pernah dilakukan oleh Abdul Hadi dan Nik Abdul Aziz yang sepatutnya lebih faham mengenai http://thesaltasin.files.wordpress.com/2011/07/blue_bird.gifhttp://thesaltasin.files.wordpress.com/2011/07/blue_bird.gif?w=530firman Allah SWT dalam surah Al-Maidah ayat 2 yang bermaksud;
''…Bertolong-tolonglah kamu dalam berbuat kebajikan dan takwa dan janganlah kamu bertolong-tolongan berbuat dosa dan aniaya (permusuhan).
Janganlah kerana kepentingan politik atau dipengaruhi fahaman ideologi berbeza, segala perkara baik yang dilakukan oleh UMNO dan BN mahu dinafikan khususnya dalam meningkatkan hidup rakyat dan mensejahterakan negara.
Abdul Hadi dan Nik Abdul Aziz perlu mengamalkan apa yang mereka sampaikan dalam tazkirah, khutbah dan kuliah mereka. Ia bagi mengelakkan orang membuat tafsiran yang tidak baik seperti menganggap kedua-dua pemimpin Pas itu mempunyai dua perwatakan berbeza iaitu sebagai ulama dan ahli politik.
Tetapi apa yang boleh diperhatikan, sejak kebelakangan ini watak ulama sebenar seolah-olah tidak begitu ditonjolkan oleh Abdul Hadi dan Nik Abdul Aziz, kalaupun ditonjolkan ia lebih banyak dilihat atas pertimbangan politik.
Sebab itulah kita menyaksikan kedua-dua pemimpin sering sahaja melakukan tindakan dan membuat kenyataan yang dilihat tidak bersesuaian dengan status mereka sebagai ulama.
Sememangnya, kita sama sekali tidak menghalang mana-mana orang Melayu khususnya pengikut tegar Pas untuk menyanjungi kedua-dua ahli politik bertaraf ulama tersebut, malahan kita menghormati ilmu agama yang mereka miliki tetapi biarlah ia digunakan demi kesejahteraan umat Islam, bukannya semata-mata untuk memburu kuasa politikhttp://thesaltasin.files.wordpress.com/2011/07/humming_bird_2.gif
.
Jangan sampai nanti melalui tindak-tanduk mereka, Abdul Hadi dan Nik Abdul Aziz tidak dihormati lagi dan akan diibaratkan seperti 'hampas kelapa yang perlu dibuang' dan jerami yang perlu dibakar.