Kota Berastagi
Kota BerastagiKabupaten Karo – Sumatra Utara – Indonesia
Berastagi
merupakan satu kota yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra
Utara. Secara geografis, kota ini berada di dataran tinggi atau sekitar
1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) yang mana masih satu kawasan
dengan deretan panjang Bukit Barisan. Kota yang sehari-hari bersuhu
udara antara 17 hingga 19 derajat celcius ini terletak sekitar 10 km
dari Kota Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, ke arah utara. Sementara,
jika dari ibukota Provinsi Sumatra Utara, Medan, Kota Berastagi terletak
78 km di sebelah selatannya. Dan, dari Medan, Kota Berastagi yang
berada di dataran tinggi nampak diapit oleh dua gunung aktif, yakni
Gunung Sibayak (2.100 meter dpl) dan Gunung Sinabung (2.400 meter dpl).

Jalan di sepanjang pusat kota Berastagi
Sumber Foto: Stephen and Therese Jennings

Salah satu sudut Kota Berastagi
Sumber Foto: Stephen and Therese Jennings
Sebelum menuju Berastagi yang ada di Kabupaten Karo, maka Anda harus menuju ke Kota Medan terlebih dahulu. Medan dapat ditempuh melalui jalur darat, laut, maupun udara. Medan memiliki Bandar Udara (Bandara) Internasional Polonia yang letaknya 4 km dari pusat kota sebagai terminal jalur udara, sementara Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan laut terbesar ketiga di Indonesia terletak 25 km di utara Medan dapat digunakan bagi pengguna transportasi laut. Selain itu, Medan juga mempunyai 2 terminal bus antarkota, yaitu Terminal Pinang Baris di bagian utara dan Terminal Amplas di bagian selatan.

Sumber Foto: JKH

Penginapan / cottages khas rumah adat Karo di Berastagi
Sumber Foto: JKH
Kota
Berastagi yang dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang
sejuk dengan hamparan ladang pertanian yang indah, luas dan hijau. Di
kota ini terdapat beberapa pilihan tujuan wisata : seperti Gunung
Sibayak dan Gunung Sinabung dan Taman Nasional Tahura berada di kaki
kedua gunung itu. Selain wisata alam, Anda juga dapat menikmati wisata
kota, berupa pasar tradisional, arsitektur khas Batak Karo, hingga
wisata kuliner.

Ke hutan wisata di Gunung Sibayak untuk melihat kekayaan alam baik flora maupun fauna. Di situ, wisatawan dapat menjelajahi Taman Nasional Tahura. Taman nasional ini merupakan sebuah area hutan bernama Bukit Lawang yang tidak terlalu luas, akan tetapi sangat menarik karena di dalamnya terdapat ratusan jenis tumbuhan dan satwa langka, seperti Orang Utan. Secara tekstural, alam Taman Nasional Tahura merupakan lokasi yang tepat untuk berwisata trekking bagi keluarga, karena medan tempuhnya yang nyaman untuk berjalan kaki.

Menikmati lansekap kota dari atas, bisa berkeliling dengan menaiki kuda wisata di sebuah kawasan wisata bernama Bukit Gundaling.

Dalam perjalanan pulang mampir ke Bandar Baru yang merupakan suatu kota kecil lebih kurang 47 km dari Berastagi ke arah Medan. Bandar Baru merupakan kawasan berhawa sejuk dengan pemandangan alam yang elok; dan Penatapen yang merupakan lintasan jalan Medan-Berastagi dekat dengan perbatasan antara Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Deli Serdang. Di tempat-tempat itu, sering digunakan wisatawan sebagai tempat pemberhentian sejenak bagi yang lelah dalam perjalanan, sembari menikmati hangatnya jagung rebus atau jagung bakar dan kopi Medan yang hangat. Dari sini kita bisa memandang Kota Medan, dan juga melihat Air Terjun Sikulikap beserta jalur pendakian ke Gunung Sibayak
Akses ke Berastagi melalui Medan
Bus Umum dari Terminal bus Padang Bulan Medan . jurusan Kota Kabanjahe atau yang menuju langsung ke Kota Berastagi dengan waktu tempuh selama kurang dari 2 jam perjalanan.
Tak
hanya suhu udara yang sejuk dan kondisi tanah yang subur, kota ini
ternyata menyimpan banyak kisah sejak masa kolonial Hindia Belanda di
awal abad ke-20. Kemunculan kota ini sebagai kota yang terkenal
produktif dalam menghasilkan banyak sayur dan buah dipengaruhi oleh
kebijakan kolonialisme Belanda. Ketika itu, yakni sekitar tahun 1920,
Berastagi merupakan sentra perkebunan di Sumatra Utara yang dikelola
pihak Belanda. Dari kota inilah, suplai sayur-mayur dan buah-buahan di
kota Medan atau kota-kota besar lainnya di Pulau Sumatra bagian utara
dapat terpenuhi.
Secara
kasat mata, Kota Berastagi merupakan sebuah kota yang ramai para
penjaja buah-buahan serta sayur-mayur di sepanjang jalan kotanya.
Buah-buahan dan sayur-mayur yang ditawarkan ini merupakan hasil bumi
tanah Berastagi. Buah markisa dan jeruk menjadi komoditi andalan dari
kota ini. Darinya, muncul sebutan untuk Kota Berastagi sebagai Kota
Markisa dan Jeruk Manis. Buah markisa tersebut biasanya diolah untuk
dijadikan sirup, dan tentu saja oleh-oleh khas Sumatra Utara.
Di
samping itu, Kota Berastagi juga terkenal dengan berbagai ragam tanaman
hiasnya dan beberapa festival rutin yang digelar setiap tahunnya,
seperti pesta bunga dan buah serta festival kebudayaan. Seperti halnya event
festival bunga tahunan di Kota Tomohon Sulawesi Utara, Berastagi pun
memiliki perhelatan yang diselenggarakan setiap tahunnya, yakni Pesta
Bunga dan Buah. Kemudian, ada pula Pesta Mejuah-juah yang merupakan
festival kebudayaan tradisional tahunan. Acara semacam upacara adat ini
dilaksanakan sebagai ajang berkumpulnya kembali Orang Karo dari
perantuan untuk menjalin silaturahmi dengan para kerabat yang
ditinggalkan (www.karokab.go.id). Selebihnya, Pesta Mejuah-juah
berfungsi untuk mengingatkan kembali bahwa masyarakat Karo memiliki
tradisi merantau sejak dahulu. Hal-hal itulah yang membuat potensi
wisata Kota Berastagi kaya.
Mengunjungi
kawasan Kota Berastagi memiliki banyak keuntungan. Keunggulan berwisata
di Berastagi tidak hanya ketika Anda telah sampai lokasi, melainkan
sejak dalam perjalanan menuju ke tempat ini. Keistimewaan ini disebabkan
oleh banyaknya jalan alternatif untuk mencapai Tanah Karo. Dan,
berbagai jalan alternatif tersebut menawarkan pengalaman wisatanya
masing-masing. Jika Anda berangkat dari Medan, yang berjarak sekitar 78
km dengan Berastagi, Anda dapat mengambil jalur Sembahe yang merupakan
salah satu lintasan jalan raya Medan-Berastagi. Dalam 45 menit
perjalanan menuju Berastagi dengan kendaraan bermotor dari Medan atau
sekitar 15 menit perjalanan dari Sembahe, Anda akan melintasi Sibolangit
(Dakomi, http://www.jalanasik.com).
Di
sepanjang jalan di Sibolangit yang membelah pegunungan Bukit Barisan
itu, dapat Anda saksikan indahnya hutan wisata yang semula hanya berupa
jajaran kebun di lereng pegunungan Bukit Barisan. Cuaca di Sibolangit
sungguh sejuk. Nampak di sana, jalan-jalan kecil yang berguna sebagai
pos pemberhentian sementara bagi para turis lokal maupun mancanegara. Di
sepanjang jalan ini, Anda juga dapat menemukan pondok-pondok durian
yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat rehat sejenak sambil menikmati
durian khas Sumatra Utara (Dakomi, http://www.jalanasik.com).
Tak jauh dari Sibolangit, lanjutkan perjalanan Anda dan mampir berendam
di Lau Debuk-debuk. Lau Debuk-debuk merupakan pemandian air panas alami
yang mengandung belerang dan pas untuk memanjakan tubuh Anda yang
sedang lelah. Awal perjalanan ke Berastagi yang menarik, bukan?

Jalan di sepanjang pusat kota Berastagi
Sumber Foto: Stephen and Therese Jennings
Tujuan
selanjutnya mana lagi kalau bukan pusat wisata di Tanah Karo, yakni
Kota Berastagi. Berastagi dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki
udara yang sejuk dengan hamparan ladang pertanian yang indah, luas, lagi
hijau. Di kota ini terdapat beberapa pilihan tujuan: seperti Gunung
Sibayak dan Gunung Sinabung yang mana Taman Nasional Tahura berada di
kaki kedua gunung itu. Selain wisata alam, Anda juga dapat menikmati
wisata kota, berupa pasar tradisional, arsitektur khas Batak Karo,
hingga wisata kuliner.
Beberapa
penikmat wisata mengatakan tentang Berastagi bahwa yang menjadi andalan
selain beberapa hal di atas adalah kualitas air yang bersih dan jernih,
cuaca dan suhu udara yang sejuk lantaran jauh dari polusi udara,
makanan yang relatif sesuai dengan selera umum, masyarakat yang
bersahabat dengan para pendatang (dalam hal ini adalah turis), dan tentu
saja adalah biaya berwisata yang relatif murah.

Salah satu sudut Kota Berastagi
Sumber Foto: Stephen and Therese Jennings
Mengalami
alam di kawasan Berastagi, cukup dengan perjalanan 10 menit dari pusat
kota dengan bus umum menuju ke hutan wisata di Gunung Sibayak untuk
melihat kekayaan alam baik flora maupun fauna. Di situ, wisatawan dapat
menjelajahi Taman Nasional Tahura. Taman nasional ini merupakan sebuah
area hutan bernama Bukit Lawang yang tidak terlalu luas, akan tetapi
sangat menarik karena di dalamnya terdapat ratusan jenis tumbuhan dan
satwa langka, seperti Orang Utan. Secara tekstural, alam Taman Nasional
Tahura merupakan lokasi yang tepat untuk berwisata trekking bagi keluarga, karena medan tempuhnya yang nyaman untuk berjalan kaki.
Sementara,
bagi para pengunjung Berastagi yang ingin menikmati lansekap kota dari
atas, bisa berkeliling dengan menaiki kuda wisata di sebuah kawasan
wisata bernama Bukit Gundaling. Selain itu, wisata kota berupa
arsitektur khas Batak Karo dapat dijumpai di dalam perkampungan di
sekeliling kota berupa rumah adat berusia sekitar 250 tahun. Arsitektur
khas ini misalnya berupa tempat musyawarah (jambur) masyarakat Karo, dan bangunan untuk menyimpan kerangka mayat (geriten).
Begitu pula dengan kerajinan asli masyarakat Batak Karo yang bisa
didapat di toko-toko suvenir maupun ketika Anda menuju ke desa-desa
pusat kerajinannya.
Kemudian,
untuk urusan makan, beragam wisata kuliner khas Karo dapat dengan mudah
Anda temukan di kawasan Berastagi ini. Apalagi jika memasuki akhir
tahun sebagai persiapan acara malam tahun baru, di sana akan Anda jumpai
`warung-warung kaget` di tepi jalan yang menjajakan berbagai masakan,
seperti misalnya ikan bakar. Atau Anda ingin mencoba bersirih-pinang ala
Melayu. Sirih-pinang ini tersedia di Pasar Berastagi. Perayaan akhir
tahun di berastagi ini akan termeriahkan dengan pesta kembang api oleh
para wisatawan yang berlibur di sana (www.karokab.go.id). Untuk
mendapatkan kembang api, sambangi saja beberapa toko khusus kembang api
yang tersedia di kota ini dengan harga yang juga terjangkau pula.
Setelah
selesai berwisata di Kota Berastagi, dalam perjalanan pulang
sempatkanlah untuk mampir ke Bandar Baru yang merupakan suatu kota kecil
lebih kurang 47 km dari Berastagi ke arah Medan. Bandar Baru merupakan
kawasan berhawa sejuk dengan pemandangan alam yang elok; dan Penatapen
yang merupakan lintasan jalan Medan-Berastagi dekat dengan perbatasan
antara Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Deli Serdang. Di
tempat-tempat itu, sering digunakan wisatawan sebagai tempat
pemberhentian sejenak bagi yang lelah dalam perjalanan, sembari
menikmati hangatnya jagung rebus atau jagung bakar dan kopi Medan yang
hangat. Dari sini kita bisa memandang Kota Medan, dan juga melihat Air
Terjun Sikulikap beserta jalur pendakian ke Gunung Sibayak
(www.sumatra-indonesia.com).
Kota Berastagi, Kabupaten Tanah Karo, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia.Sebelum menuju Berastagi yang ada di Kabupaten Karo, maka Anda harus menuju ke Kota Medan terlebih dahulu. Medan dapat ditempuh melalui jalur darat, laut, maupun udara. Medan memiliki Bandar Udara (Bandara) Internasional Polonia yang letaknya 4 km dari pusat kota sebagai terminal jalur udara, sementara Pelabuhan Belawan yang merupakan pelabuhan laut terbesar ketiga di Indonesia terletak 25 km di utara Medan dapat digunakan bagi pengguna transportasi laut. Selain itu, Medan juga mempunyai 2 terminal bus antarkota, yaitu Terminal Pinang Baris di bagian utara dan Terminal Amplas di bagian selatan.
Sesampainya
di Medan, terdapat beberapa alternatif akses bagi para pelancong untuk
menuju Kota Berastagi dan semua tergantung dari mana Anda berangkat.
Pertama, Anda harus menuju ke terminal bus Padang Bulan. Dari situ, Anda
bisa pilih bus jurusan Kota Kabanjahe atau yang menuju langsung ke Kota
Berastagi dengan waktu tempuh selama kurang dari 2 jam perjalanan.
Untuk tarif bus menuju ke Berastagi ini tidak lebih dari Rp10.000,-
(Juli 2009). Perlu diingat bahwa bus yang membawa Anda menuju Berastagi
ini biasanya langsung penuh karena ketersediaan bus tidak banyak,
sehingga barang bawaan Anda akan ditaruh di atap bus (http://www.dharssi.org.uk/).
Selain
bus umum dari terminal Padang Bulan, mini bus khusus pariwisata juga
bisa menjadi pilihan sebagai pengantar dengan rute Medan – Berastagi /
Danau Toba – Bukit Lawang. Mini bus ini biasanya banyak tersedia di
hotel-hotel tempat para wisatawan menginap, namun jasa mini bus ini jauh
lebih mahal ketimbang bus umum, yakni sekitar Rp50.000,- (Juli 2009) (http://www.dharssi.org.uk/).
Berkunjung
ke Kota Berastagi, Anda tidak perlu membayar retribusi apapun. Membayar
tiket atau mengeluarkan biaya baru ketika Anda ingin berkunjung ke
lokasi-lokasi wisata yang lebih spesifik seperti masuk ke Taman Nasional
Tahura atau Bukit Gundaling, dan menginap di hotel atau losmen yang
berada di small town yang cantik ini.
Sumber Foto: JKH
Tour guide
atau pemandu wisata berbahasa Inggris atau bahasa asing lainnya
disediakan biasanya oleh hotel-hotel tempat Anda menginap, atau dari
agen-agen perjalanan wisata Anda.

Penginapan / cottages khas rumah adat Karo di Berastagi
Sumber Foto: JKH
Di
musim liburan pada umumnya, terutama jika bertepatan dengan perayaan
tahun baru, penginapan seperti hotel, losmen, maupun wisma di Berastagi
biasanya akan mengalami kenaikan harga. Kamar di losmen misalnya naik
100 persen dari harga normal yang hanya sebesar Rp50 ribu hingga Rp75
ribu per malam (www.hariansib.com). Meski harga naik, Anda dapat
menyiasati ini dengan cara memesan terlebih dahulu jauh hari sebelum
kedatangan. Karena, beberapa pengelola penginapan menawarkan paket-paket
menginap untuk liburan dan dengan cara ini Anda dapat menghemat biaya
bertamasya
Kota Berastagi
Kota Berastagi – Tanah Karo – Sumatera Utara
Wisata Sumatera Utara , Kota Berastagi, Tanah Karo, Sibolangit, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Bandar Baru, Bukit Gundaling, Taman Nasional Tahurawisata di Tanah Karo
Wisata Sumatera Utara , Kota Berastagi, Tanah Karo, Sibolangit, Gunung Sibayak, Gunung Sinabung, Bandar Baru, Bukit Gundaling, Taman Nasional Tahurawisata di Tanah Karo
Kota
Berastagi yang dikelilingi barisan gunung-gunung, memiliki udara yang
sejuk dengan hamparan ladang pertanian yang indah, luas dan hijau. Di
kota ini terdapat beberapa pilihan tujuan wisata : seperti Gunung
Sibayak dan Gunung Sinabung dan Taman Nasional Tahura berada di kaki
kedua gunung itu. Selain wisata alam, Anda juga dapat menikmati wisata
kota, berupa pasar tradisional, arsitektur khas Batak Karo, hingga
wisata kuliner.
Kota Berastagi mempunyai kualitas air
yang bersih dan jernih, cuaca dan suhu udara yang sejuk jauh dari polusi
udara, makanan yang relatif sesuai dengan selera umum, masyarakat yang
ramah dengan para pendatang,turis, dan biaya berwisata yang relatif
murah.
Berastagi
merupakan satu kota yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra
Utara. Secara geografis, kota ini berada di dataran tinggi atau sekitar
1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) bersatu dengan kawasan deretan
panjang Bukit Barisan. Kota yang sehari-hari bersuhu udara antara 17
hingga 19 derajat celcius ini terletak sekitar 10 km dari Kota
Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, ke arah utara. Sementara, jika dari
ibukota Provinsi Sumatra Utara, Medan,
Berastagi
merupakan satu kota yang terletak di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra
Utara. Secara geografis, kota ini berada di dataran tinggi atau sekitar
1.300 meter di atas permukaan laut (dpl) bersatu dengan kawasan deretan
panjang Bukit Barisan. Kota yang sehari-hari bersuhu udara antara 17
hingga 19 derajat celcius ini terletak sekitar 10 km dari Kota
Kabanjahe, ibukota Kabupaten Karo, ke arah utara. Sementara, jika dari
ibukota Provinsi Sumatra Utara, Medan,
Kota Berastagi terletak 78 km di sebelah
selatannya. Dan, dari Medan, Kota Berastagi yang berada di dataran
tinggi nampak diapit oleh dua gunung aktif, yakni Gunung Sibayak (2.100
meter dpl) dan Gunung Sinabung (2.400 meter dpl).
Kota Berastagi merupakan sebuah kota yang
ramai para penjaja buah-buahan serta sayur-mayur di sepanjang jalan
.Buah markisa dan jeruk menjadi komoditi andalan , Juga terkenal dengan
berbagai ragam tanaman hiasnya dan beberapa festival rutin yang digelar
setiap tahunnya, seperti pesta bunga dan buah serta festival kebudayaan.
Pesta Mejuah-juah yang merupakan festival kebudayaan tradisional
tahunan. Acara semacam upacara adat ini dilaksanakan sebagai ajang
berkumpulnya kembali Orang Karo dari perantuan untuk menjalin
silaturahmi dengan para kerabat yang ditinggalkan
Berbagai jalan alternatif menuju Kota Berastagi , menawarkan pengalaman wisatanya :
Sibolangit
Medan, mengambil jalur Sembahe ,
Sibolangit, Di sepanjang jalan di Sibolangit yang membelah pegunungan
Bukit Barisan itu, dapat Anda saksikan indahnya hutan wisata yang semula
hanya berupa jajaran kebun di lereng pegunungan Bukit Barisan. Cuaca di
Sibolangit sungguh sejuk. Nampak di sana, jalan-jalan kecil yang
berguna sebagai pos pemberhentian sementara bagi para turis lokal maupun
mancanegara. Di sepanjang jalan ini, Anda juga dapat menemukan
pondok-pondok durian yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat rehat sejenak
sambil menikmati durian khas Sumatra Utara .Tak jauh dari Sibolangit,
lanjutkan perjalanan Anda dan mampir berendam di Lau Debuk-debuk. Lau
Debuk-debuk merupakan pemandian air panas alami yang mengandung belerang
Tujuan wisata :
Tujuan wisata :
- Pemandian Sembahe
- Cagar Alam Sibolangit
- Sibolangit Camping Ground
- Hill Park Green Hill
- Air Terjun Dwi Warna Sibolangit
Taman Nasional Tahura

Ke hutan wisata di Gunung Sibayak untuk melihat kekayaan alam baik flora maupun fauna. Di situ, wisatawan dapat menjelajahi Taman Nasional Tahura. Taman nasional ini merupakan sebuah area hutan bernama Bukit Lawang yang tidak terlalu luas, akan tetapi sangat menarik karena di dalamnya terdapat ratusan jenis tumbuhan dan satwa langka, seperti Orang Utan. Secara tekstural, alam Taman Nasional Tahura merupakan lokasi yang tepat untuk berwisata trekking bagi keluarga, karena medan tempuhnya yang nyaman untuk berjalan kaki.
Bukit Gundaling

Menikmati lansekap kota dari atas, bisa berkeliling dengan menaiki kuda wisata di sebuah kawasan wisata bernama Bukit Gundaling.
wisata kota berupa arsitektur khas Batak
Karo dapat dijumpai di dalam perkampungan di sekeliling kota berupa
rumah adat berusia sekitar 250 tahun. Arsitektur khas ini misalnya
berupa tempat musyawarah (jambur) masyarakat Karo, dan bangunan untuk
menyimpan kerangka mayat (geriten). Begitu pula dengan kerajinan asli
masyarakat Batak Karo yang bisa didapat di toko-toko suvenir maupun
ketika Anda menuju ke desa-desa pusat kerajinannya.
Beragam wisata kuliner khas Karo dapat dengan mudah Anda temukan di kawasan Berastagi ini. Apalagi jika memasuki akhir tahun sebagai persiapan acara malam tahun baru, di sana akan Anda jumpai `warung-warung kaget` di tepi jalan yang menjajakan berbagai masakan, seperti misalnya ikan bakar. Atau Anda ingin mencoba bersirih-pinang ala Melayu. Sirih-pinang ini tersedia di Pasar Berastagi. Perayaan akhir tahun di berastagi ini akan termeriahkan dengan berbagai pesta.
Beragam wisata kuliner khas Karo dapat dengan mudah Anda temukan di kawasan Berastagi ini. Apalagi jika memasuki akhir tahun sebagai persiapan acara malam tahun baru, di sana akan Anda jumpai `warung-warung kaget` di tepi jalan yang menjajakan berbagai masakan, seperti misalnya ikan bakar. Atau Anda ingin mencoba bersirih-pinang ala Melayu. Sirih-pinang ini tersedia di Pasar Berastagi. Perayaan akhir tahun di berastagi ini akan termeriahkan dengan berbagai pesta.
Bandar Baru

Dalam perjalanan pulang mampir ke Bandar Baru yang merupakan suatu kota kecil lebih kurang 47 km dari Berastagi ke arah Medan. Bandar Baru merupakan kawasan berhawa sejuk dengan pemandangan alam yang elok; dan Penatapen yang merupakan lintasan jalan Medan-Berastagi dekat dengan perbatasan antara Kabupaten Tanah Karo dengan Kabupaten Deli Serdang. Di tempat-tempat itu, sering digunakan wisatawan sebagai tempat pemberhentian sejenak bagi yang lelah dalam perjalanan, sembari menikmati hangatnya jagung rebus atau jagung bakar dan kopi Medan yang hangat. Dari sini kita bisa memandang Kota Medan, dan juga melihat Air Terjun Sikulikap beserta jalur pendakian ke Gunung Sibayak
Akses ke Berastagi melalui Medan
Bus Umum dari Terminal bus Padang Bulan Medan . jurusan Kota Kabanjahe atau yang menuju langsung ke Kota Berastagi dengan waktu tempuh selama kurang dari 2 jam perjalanan.
Mini bus khusus pariwisata juga bisa
menjadi pilihan sebagai pengantar dengan rute Medan – Berastagi / Danau
Toba – Bukit Lawang. Mini bus ini biasanya banyak tersedia di
hotel-hotel tempat para wisatawan menginap
Tersedia Tour guide atau pemandu wisata dan Penginapan / cottages khas rumah adat Karo di Berastagi
[sumber wisatasumatera.wp]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar